Dukung Asta Cita, Kemdiktisaintek Kuatkan Riset untuk Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dukung Asta Cita, Kemdiktisaintek Kuatkan Riset untuk Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi

Dukung Asta Cita, Kemdiktisaintek Kuatkan Riset untuk Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, Newsline.id-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen menguatkan riset yang berdampak dan menjawab permasalahan masyarakat melalui program-programnya. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam taklimat media “Penguatan Riset untuk Percepatan Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi” di kantor Kemdiktisaintek, Kamis (31/7).

“Kami dorong riset-riset agar mampu menjawab tantangan riil masyarakat, dan hasilnya dapat dihilirisasi menjadi produk yang siap dimanfaatkan atau dikomersialisasikan,” tegas Menteri Brian.

Hal ini senada dengan arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya terobosan di bidang sains dan teknologi untuk menjawab kebutuhan bangsa dan menjaga daya saing Indonesia di tengah perkembangan global.

ADVERTISEMENT

7

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk dapat mencapai hal tersebut, riset dasar atau fundamental perlu dikuasai bersama dengan riset terapan yang akan memiliki hasil yang dibutuhkan masyarakat. Penguasaan ini dimulai dari pengembangan ekosistem riset yang diawali di perguruan tinggi, yang bersifat multidisipliner dan kolaboratif.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman menyatakan bahwa kemitraan menjadi kata kunci dalam pengembangan dan eksekusi program-program Kemdiktisaintek. Utamanya dalam tahap komersialisasi, di mana dibutuhkan program transfer teknologi melalui kemitraan.

“Kami merancang program dengan seksama dari hulu ke hilir, supaya betul-betul bermanfaat bagi masyarakat. Kami menjalin kerja sama erat dengan industri, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), akademisi, investor, hingga Pemerintah Daerah (Pemda),” jelas Dirjen Fauzan.

Keenam Program Prioritas Riset Nasional dirancang untuk mendukung Asta Cita. Antara lain Program Penguatan Penelitian dan Pengembangan sejalan dengan Asta Cita 1 dan 2, Program Peningkatan Talenta Penelitian dan Pengembangan sejalan dengan Asta Cita 3, Program Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi sejalan dengan Asta Cita 4, Program Peningkatan Hilirisasi Hasil Penelitian dan Kerja Sama sesuai dengan Asta Cita 5, dan Program Pengembangan Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat serta Program Penguatan Pengabdian Kepada Masyarakat sejalan dengan Asta Cita ke-6, ke-7, dan ke-8. Hal ini merupakan bentuk komitmen Kemdiktisaintek untuk mengembangkan kesiapan sains dan teknologi dalam waktu dekat.

Hingga kini, lebih dari 3.300 proposal telah didanai dengan jumlah fokus tertinggi antara lain di bidang kesehatan, digitalisasi, ekonomi hijau, dan ekonomi kreatif. Kemdiktisaintek memastikan bahwa pendanaan ini tersebar merata di seluruh provinsi untuk memperkuat ekosistem riset se-Indonesia.

Selain itu, Menteri Brian juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar berperan strategis dalam optimalisasi akademik di perguruan tinggi. Di tingkat pemerintah daerah, Kemdiktisaintek mendorong Pemda untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memecahkan masalah seperti tata kota atau pengelolaan sampah. Harapannya, kampus dapat menjadi sentra riset dan pengembangan di kawasannya masing-masing. Sementara itu, di tingkat pemerintah pusat, kerja sama dengan berbagai kementerian terus diperluas.

“Kami telah bertemu dan mendiskusikan kerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan Perikanan, Kementerian ESDM, dan Kementerian/Lembaga lainnya. Beberapa kebutuhan kami akan libatkan dosen, bahkan mahasiswa,” kata Menteri Brian.

Kemdiktisaintek akan mendorong keterlibatan kampus melalui dosen dan mahasiswanya. Menteri Brian menyatakan, terdapat sangat banyak dosen berkapasitas riset tinggi. Hal ini dapat dikembangkan lagi melalui kerja sama strategis lintas sektor. Lebih jauh, dibahas potensi kontribusi mahasiswa untuk mengembangkan daerah melalui berbagai program seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), contohnya dalam program pembibitan dan irigasi, pengurangan stunting, dan program-program bersifat operasional lainnya.

Program-program yang dikembangkan diharapkan dapat berperan strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dan industri dengan kapasitas riset perguruan tinggi, sehingga setiap hasil penelitian dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Turut menghadiri taklimat media antara lain Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Risbang, I Ketut Adnyana dan Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Ditjen Risbang, Yos Sunitiyoso. (*******)

Sumber : Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, Dan Teknologi

Berita Terkait

Hati-Hati dengan Phishing! Modus Penipuan Lewat Email dan WhatsApp
Meriahnya Jazz Gunung Bromo 2025: Ketika Musik, Kabut, dan Budaya Menjadi Satu Cerita Tak Terlupakan
Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis Pariwisata Lewat Business Matching di Malaysia
Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi ESQ Demi Petakan Potensi SDM Ekraf Koperasi
Dari Sengketa Jadi Kolaborasi, Menteri Ekraf Mediasi Vidio.com dan Warkop Aceh
Manfaat Buah-Buahan untuk Anak hingga Lansia: Cocok untuk Semua Usia
LKS Dikmen 2025 Kini Inklusif, Terbuka untuk SMA dan SMK Lintas Ajang
Menteri Agama Nasaruddin Umar Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya H. Suryadharma Ali
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Agustus 2025 - 17:42 WIB

Hati-Hati dengan Phishing! Modus Penipuan Lewat Email dan WhatsApp

Jumat, 1 Agustus 2025 - 13:09 WIB

Meriahnya Jazz Gunung Bromo 2025: Ketika Musik, Kabut, dan Budaya Menjadi Satu Cerita Tak Terlupakan

Jumat, 1 Agustus 2025 - 13:03 WIB

Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis Pariwisata Lewat Business Matching di Malaysia

Jumat, 1 Agustus 2025 - 12:56 WIB

Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi ESQ Demi Petakan Potensi SDM Ekraf Koperasi

Jumat, 1 Agustus 2025 - 12:46 WIB

Dari Sengketa Jadi Kolaborasi, Menteri Ekraf Mediasi Vidio.com dan Warkop Aceh

Berita Terbaru

Bisnis

AstraPay Buktikan Digital Tak Harus Dingin

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:14 WIB

Breaking News

13 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Masih Dirawat

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:16 WIB

HUKRIM

Kasus Pati Mandek, Alarm Darurat Perlindungan Anak

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:03 WIB