Jakarta, Newsline.id — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Jakarta berlangsung dengan dua agenda besar yang menyita perhatian publik, Di kawasan Senayan ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, sementara di Monas berlangsung pesta rakyat yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto. Jumat (1/5/2026).
Aksi buruh di depan Gedung DPR RI dimulai sejak siang hari dengan melibatkan berbagai organisasi pekerja seperti Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), hingga Konfederasi Serikat Nasional (KSN).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai tuntutan terkait perlindungan pekerja dan pengawalan RUU Ketenagakerjaan. Selain itu, Serikat Pekerja Kampus (SPK) juga membawa agenda khusus terkait uji materi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui orasi yang disampaikan Ikhsan selaku ketua sindikasi, SPK menuntut adanya standar upah layak bagi dosen dan tenaga kependidikan agar tidak lagi terdapat pekerja kampus yang menerima upah di bawah standar minimum.
Sementara itu, suasana berbeda terlihat di kawasan Monumen Nasional (Monas). Ribuan buruh dari berbagai elemen memenuhi area perayaan Hari Buruh yang digelar pemerintah bersama sejumlah organisasi pekerja, termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan sambutan di hadapan massa buruh. Kehadiran Presiden disambut antusias para peserta yang memadati kawasan Monas sejak pagi.
Momen yang paling menyita perhatian terjadi ketika Presiden Prabowo berjoget bersama para buruh di atas panggung utama. Suasana semakin meriah saat Presiden secara spontan membuka baju yang dikenakannya dan melemparkannya ke arah massa, di sambut sorak sorai ribuan pekerja yang hadir.
Peringatan May Day 2026 di Jakarta berlangsung aman dengan pengawalan aparat kepolisian di sejumlah titik pusat kegiatan massa buruh.
Penulis : Deni Indra
Editor : Bachri Agam







