Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usulan Gerbong Perempuan

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Newsline.id — Kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026), memicu perhatian publik terhadap aspek keselamatan transportasi massal.

Di tengah insiden tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, sempat mengusulkan agar gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian kereta sebagai langkah mitigasi risiko keselamatan.

Pernyataan itu kemudian menuai polemik dan perdebatan di ruang publik. Menanggapi berbagai reaksi masyarakat, Arifah Fauzi menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas pernyataannya.

ADVERTISEMENT

7

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya memohon maaf atas pernyataan yang menimbulkan kegaduhan. Tidak ada maksud untuk membedakan keselamatan penumpang,” ujar Arifah dalam keterangan resmi, Rabu (30/4/2026).

Ia menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang, baik perempuan maupun laki-laki, tetap menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi publik. Pemerintah, kata dia, saat ini lebih memfokuskan perhatian pada penanganan korban serta pendampingan bagi kelompok rentan yang terdampak kecelakaan.

Sementara itu, PT Kereta Commuter Indonesia menjelaskan bahwa pengaturan posisi gerbong selama ini dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan operasional. Kebijakan tersebut mempertimbangkan aspek keselamatan, efisiensi layanan, hingga standar operasional yang berlaku.

Sejumlah pengamat transportasi menilai polemik tersebut seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi secara menyeluruh, bukan berdasarkan segmentasi penumpang tertentu.

Mereka mendorong peningkatan standar operasional, perawatan infrastruktur, serta pengawasan yang lebih ketat guna meminimalkan risiko kecelakaan di masa mendatang.

Hingga kini, insiden kecelakaan di Bekasi Timur masih dalam proses investigasi oleh pihak terkait guna memastikan penyebab pasti serta langkah evaluasi yang akan dilakukan ke depan.

Penulis : Fandi Ahmad Syah

Editor : Bachri Agam

Berita Terkait

13 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Masih Dirawat
Polda Metro Jaya Bongkar Lab Vape Narkotika di Taman Sari
Bobibos Ubah Jerami Jadi Energi, Bahlil Tertarik Uji Coba
May Day 2026, Buruh Desak Revisi UU Ketenagakerjaan
Massa Buruh May Day 2026 di DPR Bubar Tertib, Lalu Lintas Kembali Normal
May Day 2026 Diwarnai Aksi di DPR dan Pesta Buruh di Monas
Kasus Daycare Aceh Viral, Komnas PA Soroti Pengawasan
May Day 2026, SPK Doakan Korban Tragedi Bekasi Timur
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:16 WIB

13 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Masih Dirawat

Senin, 4 Mei 2026 - 18:48 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Lab Vape Narkotika di Taman Sari

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:58 WIB

Bobibos Ubah Jerami Jadi Energi, Bahlil Tertarik Uji Coba

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:31 WIB

May Day 2026, Buruh Desak Revisi UU Ketenagakerjaan

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:08 WIB

Massa Buruh May Day 2026 di DPR Bubar Tertib, Lalu Lintas Kembali Normal

Berita Terbaru

Bisnis

AstraPay Buktikan Digital Tak Harus Dingin

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:14 WIB

Breaking News

13 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Masih Dirawat

Kamis, 7 Mei 2026 - 22:16 WIB

HUKRIM

Kasus Pati Mandek, Alarm Darurat Perlindungan Anak

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:03 WIB